Sejumlah Nama Bermasalah di Balik Perusahaan Eksportir Benih Lobster, dari Gerindra, Fahri Hamzah, Hingga Bekas Penyelundup

Kebijakan ekspor benih lobster dinilai mengandung konflik kepentingan.

Menurut pemberitaan Tempo, KKP telah memberikan izin ekspor benih lobster kepada30 perusahaan -- 25 PT, 3 CV, dan 2 Usaha Dagang (UD)||. Dari 30 perusahan itu, 25 di antaranya baru berdiri 2-3 bulan lalu.

Itu berarti perusahaan-perusahaan patut diduga didirikan khusus untuk mengeruk untung dari kebijakan baru Kementerian Kelautan dan Perikanan semenjak berada di bawah kekuasaan elit Partai Gerindra, Edhy Prabowo.

Lebih parah lagi, terbongkar bahwa sebagian perusahaan tersebut dimiliki oleh politisi elit Partai Gerindra, tokoh oposisi kawan dekat Gerindra, mantan penyelundup, dan beberapa parpol lain.

Nama-nama pemilik perusahan yang berkonflik kepentingan di dalam kebijakan ekspor benih lobster ini, sejauh sudah berhasil dibongkar Tempo adalah:

1. Ahmad Bahtiar Sebayang, Wakil Ketua Umum Tunas Indonesia Raya, underbow Gerindra. Sebayang juga memiliki jabatan strategis di DPP Gerindra.

2. Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 dan kader Partai Keadilan Sejahtera. Fahri adalah elit kubu oposisi yang sangat dekat dan selalu memiliki kesamaan pandangan dengan Gerindra.

3. Buntaran.
Buntaran merupakan bekas PNS di KKP. Ia dipecat Menteri Susi Pudjiastuti karena terlibat penyelundupan benih dan pencucian uang. Buntaran divonis 10 bulan penjara.

4. Sejumlah petinggi Partai Golkar yang tidak Tempo sebutkan namanya.

Sumber:

Tempo.co (6/7/2020) "Politikus Ekspor Benih Lobster, Edhy Prabowo: Koperasi pun Boleh"

Komentar

Postingan Populer