Oligark Sjamsul Nursalim Jadi Orang Pertama yang Dapat SP3 KPK


Setelah berstatus burunon selama kurang lebih setahun, oligark Samsul Nursalim dan istrinya, Itjih Sjamsul Nursalim mendapat Surat Perintah Penghentian Penyidikan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini KPK umumkan pada Kamis (1/4/2021).

"Hari ini kami akan mengumumkan penghentian penyidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tersangka SN selaku pemegang saham pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) dan ISN," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers, Kamis (1/4/2021).

KPK menetapkan Sjamsul Nursalim dan istri sebagai buronan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada September 2019. Penetapan tersebut disebabkan Samsul dan istri yang telah berstatus tersangka kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sudah dua kali tidak memenuhi panggilan KPK.

KPK melayangkan surat panggilan kepada Samsul ke sejumlah alamat, yaitu lima alamat rumah di Indonesia dan di Singapura. KPK bahkan minta bantuan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk mengumumkan panggilan tersebut di papan pengumuman Kantor KBRI Singapura. Tetapi Samsul dan istri tidak pernah meresponnya.

Kini, setelah lebih dari status berstatus buronan, Samsul Nursalim dan istri bisa kembali melenggang bebas ke Indonesia.

Sjamsul Nursalim adalah orang pertama yang mendapat SP3 dari KPK.




Komentar